Posisi Daya Saing Indonesia Turun

mari Berbagi Berita
FaceBook  Twitter  

JAKARTA, KOMPAS.com — Daya saing Indonesia merosot dari peringkat ke-37 tahun lalu menjadi peringkat ke-41 tahun ini dari 138 negara. Kendati pengembangan sektor keuangan dinilai cukup baik, yakni naik tujuh peringkat, Indonesia anjlok 20 peringkat dalam kesehatan dan pendidikan dasar. Secara keseluruhan, skor Indonesia 5,42.

 

Laporan Indeks Daya Saing Global 2016-2017 yang dirilis Forum Ekonomi Dunia (WEF), kemarin, menyebutkan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Indonesia ada di peringkat ke-91. Itu karena penetrasi TIK di Indonesia masih sangat rendah.

Tiga negara dengan daya saing tertinggi adalah Swiss, Singapura, dan Amerika Serikat.

Pendiri dan CEO WEF, Klaus Schwab, mengatakan, stimulus moneter saja tidak cukup untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. "Tetap harus dikombinasikan dengan reformasi daya saing," ujar Schwab dalam pembuka laporan Indeks Daya Saing Global 2016-2017 itu.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad, yang dimintai tanggapan soal daya saing ini, mengatakan, kondisi industri keuangan yang naik dan turun ditentukan indikator pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah, ujar Muliaman, telah mengupayakan agar peringkat daya saing Indonesia membaik. Salah satu upayanya melalui penerbitan paket kebijakan ekonomi.

Menurut Muliaman, penurunan peringkat daya saing Indonesia harus dikaji dalam perspektif utuh. Paket kebijakan ekonomi-yang hingga kini sebanyak XIII-akan menuai hasilnya pada suatu hari nanti.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di sela-sela acara Global Islamic Finance Award mengatakan, persaingan antarbangsa sedang berlangsung dan terus berjalan. Pemerintah tidak akan mengubah strategi dan target penguatan daya saing.

Di sektor perindustrian, kata Airlangga, pemerintah sedang membenahi infrastruktur dan memastikan ketersediaan energi yang dibutuhkan.

Kemudahan berbisnis

Di tempat terpisah, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, dalam rangka meningkatkan daya saing, pemerintah akan meningkatkan kemudahan berbisnis. Untuk itu, Kementerian Perdagangan akan menderegulasi peraturan yang menghambat. "Kami juga mengevaluasi dan memperbaiki hal- hal yang menyebabkan ekonomi berbiaya tinggi," ujarnya.

Kemendag juga mendorong desain untuk memberi nilai tambah terhadap produk sehingga harga produk dapat lebih tinggi di pasar ekspor dan berdaya saing. Untuk itu, pelaku usaha didorong mengembangkan desain produk dengan memanfaatkan Pusat Pengembangan Desain Indonesia.

Penanggung jawab Kelompok Kerja I Satgas Percepatan dan Efektivitas Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi Kementerian Perdagangan, Kasan, menambahkan, Kemendag mendukung Pusat Logistik Berikat (PLB). Dengan PLB, biaya logistik dapat semakin efisien dan prosedur pengeluaran barang tidak lagi berbelit-belit.

"Barang yang masuk PLB tidak dikenai ketentuan impor. Ketentuan impor baru diterapkan ketika barang keluar dari PLB. Regulasi itu juga mewajibkan barang yang keluar PLB harus melalui verifikasi oleh surveyor yang ditunjuk pemerintah," ujarnya.

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Ilham Masita berpendapat, PLB dapat meningkatkan daya saing industri nasional sebab biaya logistik bisa semakin murah sehingga tidak lagi membebani biaya produksi.

Kemarin, Presiden Joko Widodo hadir dalam acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Proyek Palapa Ring di Istana Negara, Jakarta. Presiden menyampaikan harapan, dengan selesainya proyek Palapa Ring, masyarakat di Tanah Air dapat mengakses teknologi informasi dengan cepat. Dengan demikian, semua komoditas dapat dipasarkan dengan cepat dan mudah.

"Kalau kita lihat dunia luar, kita ingin semuanya harus cepat. Kalau enggak, kita tertinggal jauh. Tertinggal betul," ujar Presiden Joko Widodo.

 

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 30 September 2016, di halaman 19 dengan judul "Posisi Daya Saing Indonesia Turun".


Bambang Priyo Jatmiko

Sumber

mari Berbagi Berita
FaceBook  Twitter  

Populer

Advertisement

 

Hosting Unlimited Indonesia

Follow us on

Search

Headlines

Advertisement

 

Hosting Unlimited Indonesia

Kurs

Our fan page

Facebook Like Button