Apa yang dilakukan Soeharto di masa-masa tahun 1945 (di masa peperangan untuk kemerdekaan Indonesia)?

mari Berbagi Berita
FaceBook  Twitter  

 

Soeharto merupakan satu-satunya presiden di Indonesia yang masa jabatannya paling lama yaitu kurang lebih 32 tahun. Kisah hidup beliau dipaparkan dalam salah satu buku biografi Soeharto, yang berjudul: Biografi daripada Soeharto, ditulis oleh A. Yogaswara, 2007

 

Dengan sebutan “Bapak Pembangunan”, sosok Soeharto sukses membawa Indonesia menjadi negara Swasembada dimana sektor dibidang pertanian amat berkembang dengan pesatnya melalui Program Rapelitanya. 

Masa pemerintahan presiden Soeharto dikenal dengan masa Orde Baru dimana kebijakan politik baik dalam dan luar negeri diubah oleh Presiden Soeharto. Salah satunya adalah kembalinya Indonesia sebagai anggota PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) pada tanggal 28 September 1966 setelah sebelumnya pada masa Soekarno, Indonesia keluar sebagai anggota PBB.

Selain itu banyak juga yang beranggapan kebijakan Presiden Soeharto pada zaman orde baru tersebut tidak ramah dengan kemanusiaan. Beberapa peristiwa pelanggaran HAM juga banyak terjadi pada masa Orde Baru. Banyak yang melihat Soeharto sebagai figur pemimpin yang represif dan diktator. Tidak ada kebebasan sipil kala itu karena semua dikontrol oleh satu orang. 

Titik kejatuhan Soeharto, ketika pada tahun 1998 dimana masa tersebut merupakan masa kelam bagi Presiden Soeharto dan masuknya masa reformasi bagi Indonesia,

Akan tetapi terlepas dari sejumlah pihak yang masih mempermasalahkan sejumlah kasus hukum Soeharto, fakta di dalam sejarah Indonesia menunjukkan bahwa Soeharto memiliki jasa besar kepada Indonesia. Perjuangan Soeharto muda untuk Indonesia yang tercatat dalam buku sejarah bangsa ini, antara lain, pada masa revolusi fisik antara 1945 hingga 1949, pasca revolusi fisik antara 1962 hingga 1967 dan masa kepemimpinannya sebagai presiden 

 

Perjuangan Soeharto di masa kemerdekaan

Presiden kedua Republik Indonesia Soeharto memiliki karier cemerlang dalam kemiliteran. Di bidang kemiliteran, sosok Soeharto muda telah memimpin berbagai pertempuran dengan penuh keberanian. Pengorbanan, kegigihan dan pengabdiannya kepada negara dan bangsa, menjadikannya salah satu putra terbaik bangsa yang layak mendapat anugerah kehormatan Jenderal Besar TNI dan Bintang Sakti

Pembawaannya tenang, tutur katanya terukur dan selalu bertindak sesuai aturan, Soeharto dijuluki The Smiling General (jenderal yang murah senyum). Dia sosok pria Jawa yang kalem dan berpenampilan sederhana. Namun di balik itu semua, Soeharto muda berhasil mengemban dengan baik berbagai pertempuran sengit dan tanggung jawab militer yang berat dan keras.

Sebelum kependudukan Jepang, Soeharto muda adalah anggota KNIL (Koninkijk Nederland Indische Leger)atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda dengan pangkat sersan. Pada era 1900-1942, menjadi serdadu KNIL Belanda bukanlah hal aneh bagi kaum pribumi. Bukan karena ideologi atau setia pada Belanda, tapi lebih sekadar cari makan. Umumnya pemuda-pemuda di daerah yang tandus dan tak punya pekerjaan mau jadi tentara karena tertarik upahnya. Kemudian Pada masa kependudukan Jepang, Soeharto bergabung dalam pasukan PETA (Pembela Tanah Air) dan berpangkat sebagai perwira (setara dengan Letnan Kolonel).Setelah bulan Agustus 1945, Soeharto bergabung di TKR (Tentara Keamanan Rakyat). TKR merupakan pelopor dari berdirinya TNI (Tentara Nasional Indonesia).

      

Gatot Subroto dan Soeharto

Soeharto muda juga berjuang dalam masa kemerdekaan (1945-1949) dan bertempur di dalam beberapa pertempuran melawan Belanda. Dia adalah salah satu anak buah kesayangan dari Jendral Gatot Subroto. (jika anda bertanya-bertanya mengapa banyak jalan-jalan di Indonesia dinamai Gatot Subroto, mungkin ini adalah salah satu penyebabnya).

Prestasi Soeharto yang paling terkenal dan Kontroversial yaitu serangan Umum terhadap kota Yogyakarta dimana TNI berhasil menguasai kota Yogyakarta tersebut selama 6 jam, Serangan umum tersebut, lebih dikenal dengan Serangan Umum 1 Maret 1949. Soeharto memimpin serangan Umum 1 Maret 1949 dan mengobrak-abrik pertahanan Belanda di Yogyakarta.

Kota Yogyakarta berhasil direbut kembali, dan pasukan TNI merebut berton-ton amunisi dari pasukan Belanda. Namun ketika pasukan Belanda kembali dengan mesin perang dan amunisi lengkap serta membawa berton-ton bala bantuan, Letkol Soeharto segera memerintahkan pasukannya mundur kembali ke pangkalan masing-masing di luar kota Yogya. 

Sejarah bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peristiwa yang dikenal sebagai Serangan Umum 1 Maret 1949, itu merupakan peristiwa yang menjadi catatan penting dalam sejarah bangsa ketika resmi merdeka dari penjajahan bangsa Belanda selama tiga setengah abad. Banyak versi mengatakan bahwa Peranan Soeharto ketika merebut Yogyakarta yang waktu itu sebagai Ibukota Republik Indonesia dalam Serangan Umum 1 Maret tidak bisa dipisahkan

       

           Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta

Demikianlah biografi Soeharto secara singkat pada masa kemerdekaan. Presiden yang penuh kontroversi ini memang menyimpan berjuta pertanyaan, banyak mengundang rasa penasaran. Banyak yang mendukung beliau sebagai sosok ”Bapak Pembangunan”, tidak jarang juga ada yang mencela beliau sebagai pemerintah yang berlumuran darah karena banyaknya isu pelanggaran HAM yang terjadi pada zaman orde baru. Tetapi terlepas dari semua kasus politik yang pernah membelenggu presiden kedua Republik Indonesia ini, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak jasa-jasanya yang sangat besar untuk Indonesia. Banyak hal dan peristiwa yang telah beliau lewati untuk memperjuangkan kehidupan bangsa indonesia.

mari Berbagi Berita
FaceBook  Twitter  

Populer

Advertisement

 

Hosting Unlimited Indonesia

Follow us on

Search

Headlines

Advertisement

 

Hosting Unlimited Indonesia

Kurs

Our fan page

Facebook Like Button